TUGAS INDIVIDU
TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
ANAK SD KELAS I MELALUI PROSES BERMAIN
Tutor Pengampu : Ibu Murbangun Nuswowati
Disusun Oleh :
NAMA : SITI RUSMI
NIM : 818 131 653
SEMESTER : 8 (Delapan)
POKJAR : KANGKUNG
PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS TERBUKA
2010
PENDAHULUAN
Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang ditekankan pada cara daripada hasil yang Kegiatan diperoleh dari tidak terstruktur dan asosiasif dengan anak lain, bermain peran yang lengkap dan interaktif dengan bantuan alat-alat lain, bermain yang lebih terstruktur dalam kegiatan itu (Moeslichatun, 1999:24). Bermain dan berkembang saling terkait, bebeas. Bermain bisa dalam berbagai bentuk: bermain individu dengan benda, bermain yang permainan kelompok jika anak-anak mulai besar. Anak-anak harus bermain untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan motorik serta belajar mengenai dunia sosial dan tempat anak di dalamnya. Anak-anak mengembangkan kemampuan sehingga lingkungan anak-anak memungkinkan adanya kesepatan untuk bermain sosialnya melalui interaksi dengan teman sebayanya, anak belajar mengenai peraturan-peraturan, bagaimana aturan itu dibuat, serta arti keadilan. Anak belajar bekerja sama dan berbagi rasa, membangun percaya diri dengan menantang diri sendiri, berinteraksi dengan anak-anak lain, serta mengetahui tantangan pribadi, fisik, intelektual, dan sosial(Frost dan Jacobs 1995:34).
Dalam bermain guru harus berpusat pada anak mendukung kegiatan bermain baik di lingkungan dalam maupun di luar kelas yang telah di periksakan sebagai pusat kegiatan. Di pusat-pusat kegiatan ini metodelogi yang luas menggunakan pengalaman yang nyata berhubungan dengan minat anak, pemahaman, latar belakang, lingkungan yang sesuai dengan kemampuan perkembangan setiap anak. Pusat kegiatan menjadi sebuah labolatorium bagi inisiatif dan kreatifitas imajinasi anak.
Alat permainan yang lengkap bisa menunjang dalam pembelajaran, alat bermain lebih membuat anak tertarik untuk memainkan dan bila anak mau bermain dengan alat tersebut, dengan tidak sadar anak tersebut sudah belajar. Masih terdapat hal lain yang menjadi kendala anak dalam berkembang sesuai kegiatan bermain di SD kelas I, yaitu anggapan bahwa SD kelas I itu merupakan sekolah yang harus belajar membaca, hitung dan menulis. Kegiatan apapun harus dilakukan secara klasikal dan di dalam kelas. Bertolak dari kendala-kendala dan angapan orang tua, justru kegiatan bermain membantu anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya melalui gerakan-gerakan otot kasarnya seperti berayun bergantung, berlari, melompat, dan bermain bola. Membantu pertumbuhan fisiknya , sedangkan bersosialisasi dengan lingkungan berbahasa, menghayal, berkreatifitas membantu perkembangan.
ABSTRAK
Pertumbuhan dan perkembangan dengan perubahan yang bersifat kuantitatif, yang mengacu pada jumlah, besar serta luas yang bersifat kongkrit, biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu tertentu. Sehingga secara ringkas pertumbuhan adalah proses perubahan dan kematangan fisik yang menyangkut perubahan ukuran atau perbandingan antara lain, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan dan kaki. Perkembangan adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ jasmania. Proses perkembangan akan berlangsung sepanjang kehidupan manusia, sedang proses pertumbuhan sering kali akan berhenti bila seseorang telah mencapai kematangan fisik (Soemiarti Patmonodewo, 1995:88). Bermain adalah merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri yang lebih ditekan pada cara dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu. Kegiatan bermain adalah pelajaran masa kanak-kanak yang memberikan kesenangan dan kepuasan serta bersifat non serius yang didasarkan untuk kegiatan itu sendiri yang lebih ditekankan pada cara dari pada kegiatan (moeslichatoen 1999:24).
PEMBAHASAN
1. Pengertian Bermain Bagi Anak SD Kelas 1
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan lata atau tanpa mempergunakan alai yaiig menghasiikaii pengertian atau memberi informasi, meniberi kesenangwi maupun pengembangan imajinasi pada anak, dan jika pengertian bermain dipahanii dan dikuasai maka permainan itu akan berdampak positif pada cara kita dalam membantu prows belajar anak.
Adapun hal-hal yang penting didalain bermain adalah (a) pengamatan ketika anak bermain secara aktif maupun pasif akan banyak membantu memahami jalan pikiran anak, (b) akan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi, (c) mengetahui saat yang tepat dalasn melakukan atau menghentikan suatu kegiatan, (d) membuka wawasan dan menjernihkan pendapat (e) mendukung segala aspek perkembangan anak ( Anggani Sudono, 2000 : 1 ).
Bermain merupakan suatu fenomena yang sangat menarik, dalam meniahanii anti bermain dikaitkan dengan tingkah laku yang muncul dalam beraneka ragarn bentuk. Bermain bagi anak SD kelas 1 adalah suatu permainan yang pura-pura bukan suatu yang sungguh-sungguh dan merupakan kegiatan yang produktif. Namun demikian bermain juga dapat diartikan suatu kenyataan bila anak sedang bermain, seringkali dianggap nienyerupai kehidupan yang sebenarnya. Bermain di sekolah dapat digambarkan sebagai suatu tentang rangkaian kesatuan yang berujung pada bermain bebas dengan bimbingan dan terarah. Dalam bermain bebas dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan dimana anak mendapat keselnpatwl melakukan berbagai pilihan alat dan mereka dapat memilih bagallllalla mereka menggunakan alat-alat tersebut. Sedangkan bermain dengan bimbingan, guru Inemilih alat permainan guna menemukan suatu konsep pengertian tertentu ( Sunliarti Patlnonodewo, 1995 : 84 ).
Uraian dari pendapat di atas disimpulkan bahwa bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan bersifat menyenangkan dan dilakukan dengan alat atau tanpa alat yang dapat menhasilkan suatu pengertian, memberi informasi nlaupun pengembangan daya imajinasi anak.
2. Beberapa Penggolongan Kegiatan Bermain Anak SD kelas 1
Ada beberapa penggolongan kegiatan bermain yang sesuai dengan usia anak SD kelas 1 yaitu :
1) Penggolongan sesuai dengan dimensi perkembangan sosial anak.
a. Bermain secara soliter, yaitu anak bermain sendiri atau dapat juga dibantu oleh guru, bermain seperti tint nlempunyai fungsi sangat penting karena kegiatan ini menyangkut kegiatau edukatif otot kasar Inisalnya menari, Ineloncat-loncat.
b. Bermain secara paralel, yaitu anak bermain sendiri-sendiri secara berdampingan, jadi tidak ada interaksi antara anak satu dengan yang lainnya dart anak senang dengan kehadiran anak lain, anak senang menirukan kegiatan yang dilakukan anak lain.
c. Bermain asosiatif, yaitu SD kelas 1 membawa berbagai perubahan bagi anak usia SD kelas 1 dalam kegiatan sosialnya. Bermain asosiatif terjadi bila anak bermain dalam kelompoknya misaliiya menepuk air bersama-satna, bermain bola bersama, bermain pasir bersama dan lain-lain.
d. Bermain secara kooperatif, yaitu terjadi bila anak aktif menggalang hubungan dengan anak lain untuk membicarakan, merencanakan, melakukan kegiatan bermain bersama.
2) Penggolongan Berdasarkan Kebeuiaran Anak :
a. Bermain bebas dan spontan, merupakan kegiatan bermain yang tidak memiliki peraturan dan aturan main, sebagian besar merupakan kegiatan mandiri, anak akan terus bermain sampai anak didik berminat lagi. Kegiatan ini lebih bersifat eksploratif misalnya, anak ment;eksplorasi alat bermainnya secara intensif untuk mengetahui cara bekerja alat mainan tersebut, dan dilakukan pura-pura dalam membangun dan menyusun.
b. Bermain pura-pura, adalah bermain yang menggunakan daya khayal yang memkaia bahasa atau berpura-pura bertingkah laku seperti benda tertentu, situasi tertentu, orang tertentu dan binatang tertentu yang dalam dunia nyata tidak dilakukan. Bermain pura-pura berfungsi antara lain : menghindari keterbatasan kemampuan, mengatasi laranganlarangan, mengganti berbagai hat yang tidak dapat terpenuhi, menghindarkan diri dari hati yang menyakitkan hati. Bermain pura-pura dapat dibedakan dalam bentuk :(1) minat pada personifikasi, misalnya berbicara bersama boneka atau benda-benda mati lainnya, (2) bermain pura-pura dengan menggunakan peralatan, misatnya minum dengan menggunakan cangkir kosong, (3) bermain pura-pura dengan situasi tertentu, misalnya situasi kehidupan sehari-hari dalam keluarga, di tempat dokter mengobati pasien dan sebagainya. Umumnya pola bermain imaj inatif itu berkiatan dengan : (1) pola kehidupan keluarga, mengatur perabit rumah tangga misalnya, memasak, makan, merawat baju dan menjadi ayah atau ibu, (2) bermain jual bell di pasar, di toko, di supermatket, (3) bermain dalam kaitan dengan transportasi misalnya, naik angkutan kota, bus, kereta api, jadi sopir, jadi masiius, jadi pilot dan lain-lain, (4) bermain sebagai polisi yang mengatur lalu lintas, (5) bermain sebagai tokoh dalarn dongeng misalnya, sebagai Timuui Emas, Putri Malu, Tarsan, Abu Nawas dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan bermain pura-pura anak tidak hanya berperan sebagai orang namun sering j uga menjadi peri, hantu, bahkan j uga sebagai penjahat.
c. Bermain dengan cara membangun atau menyusun keping-kepingan merupakan unsur yang sangat penting dalarn kegiatan bermain, mulamula anak menentukan tujuan pembentukannya kemudian timbul untuk menyusunnya menjadi bangunan yang telah dikenalnya. Bermain menyusun dan membangun akan mengembangkan kreatifitas anak dengan disertai dengan daya khayal, kemampuan masing-masing anak bervariasi, misalnya membangun dengan tanah liat dan pasir, balok kayu, gunting, merjan, kapur, cat dan sebagainya. Dengan demikian kegiatan membangun dapat dipadukan dengan bermain peran dan proses kegiatan yang dapat menunjang proses pembelajaral cii sekolah ( Moeslichatoen R., 1999: 37 ).
Menurut ( Kenny Dwi Juwita, 2000 : 53 ) penggolongan kegiatan bermain meliputi :
a. Permainan gerakan, yaitu melatih gerakan-gerakan badan dan anggota tubuh dengan melakukan macam-macam menipulasi.
b. Permainan membuat bentuk, dengan alat lilin atau malam, tanah liat, balok kayu, pasir dan air clan lain-lain, kegiatan ini anak bisa memberikan bentuk lebih konstruktif pada macam-macam materi yang tersedia.
c. Permainan ilusi, permainan fantasi misalnya kuda-kudaan dengan memakai sapu, kereta api dengan menata kursi, dokter-dokteran dan sebagainya.
Menurut ( Suprapto, 2002 : 27 ) bermain pura-pura dapat dibedakan dalam bentuk minat personifikasi berbicara dengan bendabenda niati atau boneka. Bermain pura-pura merupakan cermin budaya kehidupan sehari-hari dan semua kegiatan yang dilihat dan didengar akan terulang dalam bermain pura-pura.
Teori-teori di atas dapat didisimpulkan bahwa kegiatan bermain dapat digolongkan menurut dimensi perkembangan anak yaitu sosial, kegemaran, olahraga, konstruksi, menghayal, fantasi serta dapat dibedakan dalam bentuk minat misalnya dengan benda dan bermain pura-pura. Kegiatan bermain yang dilakukan anak dapat dikembangkan dengan adanya sering bermain atau latihan, berkelompok berhubungan dengan teman dan sebagainya.
3. Sarana dan Alat Bermain SD kelas 1
Dalam membahas sarana atau alat bermain, berturut-turut akan dibicarakan tentang :
1. Ruang dan tempat bermain bagi anak Siswa SD kelas 1
Dalam penyediaan ruang dan tempat bermain perlu memperhatikan tempat kegiatan yang dapat membantu pengembangan perkembangan anak SD Kelas 1 secara seimbang. SD Kelas 1 perlu ruang dan tempat untuk kegiatan kesenian, pengembangan ilmu pengetahuan alam, pengembangan bahasa, bermain tnusik, bermain drama, membanl;un atau tnenyusun balok-balok, bermain alat permainan ( games ), bermain pertukangan dan pasir.
Tempat dan ruang bermain dibedakan atas : (1) tempat dan ruang didalam kelas, (2) tempat dan ruang diluar kelas.
Tempat dan ruang didalam kelas meliputi : kesenian, IPA, bahasa, musik, drama, membangun menyusun balok, permainan di atas meja, air, kerumahtanggan, maternatika.
Sedangkan tempat dan ruang diluar kelas meliputi : bermain pasir, air, pertukangan kayu, alat berputar, bermain memanjat, mendaki, ayunan bola, kesenian panggung, eksperimen IPA dan drama.
Pengaturan dan pemilihan ruang serta tempat bagi pusat kegiatan memberi petunjuk pada program yang diprioritaskan, banyaknya ruang dan tempat yang disediakan memberi petunjuk bagaimana besarnya nilai program kegiatan itu bagi perkembangan dimensi perkembangan anak usia SD Kelas 1 misalnya, menyediakan ruang dan tempat kegiatan kerumahtanggan akan mendorong dan memberi peluang lebih banyak bagia nak untuk menggunakan alat permainan kegiatan berumahtangga.
2. Bahan dan peralatan bagi pengembangan seluruh dimensi perkembangan anak usia siswa SD Kelas 1
a. Perkembangan motorik, penyediaan peralatan untuk melakukan kegiatan untuk bermain dalam ruang banyak, tergantung pada luasnya ruang yang tersedia. Peralatan itu diperlukan untuk melatih gerakan otot kasar misalnya : turun naik tangga, meluncur, aktobatik, memanjat, berayun dengan papan keseimbangan.
b. Pengembangan kognitif, kegiatan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain adalah : kematnpuan mengenal, kemampuan mengingat, berfikir konvergen, divergen, memberi penilaian. Kegiatan dilakukan dengan cara mengamati dan mendengarkan. Mengamati dilakukan dengan cara : melihat bentuk, ukuran, warna, persamaan dan perbedaan. Sedangkan mendengar dilakukan dengan cara : mendengar bunyi, suara, nada dan memecahkan masalah dengan berdasar pengenalan tentang bunyi, suara dan nada.
c. Pengembangan kreatifitas anak, kemampuan kreatif yang dapat dikembangkan melalui bermacam ragam kegiatan bermain. Ciri-ciri kreatif adalah : kelenturan, kepekaan, penggunaan daya imajinatif, kesediaan mengambil resiko dan menjadikan diri sendiri menjadi sumber dan pengalaman.
Contoh : bermain musik, anak akan berfikir dan menemukan beberapa alternatif, bermain balok dan memanjat anak akan belajar mengambil
resiko. Masih banyak lagi bahan untuk kreatif misalnya, kertas,balokbalok, pasir dan air, tanah tiat, cat dan sebagainya.
d. Pengembangan bahasa, kemampuan bahasa yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain bertujuan untuk : (1) menguasai bahasa reseptif, memahanii perintah, meiijawab pertanyaan, dan inengikuti Uuutan peristiwa, (2) inenguasai bahasa reseptif meliputi, menguasai kata-kata baru dan nlenggunakan pola bicara orang dewasa, (3) berkoniuilikasi secara verbal dengan orang lain, berbicara sendiri atau berbicara dengan orang lain. (4) keasikan menggunakan bahasa.
Bahan dan peralatan yang dapat digunakan dalam kaitan pengembangan ketrampilan berbahasa : (1) reseptif adalah segala sesuatu yang dapat incngembangkan gambaran mental tentang apa yang didengar seperti suara angin, mobil dan sebagainya, (2) exspresif adalah benda-benda yang ada di sekitar dengan cara menyebut namanama benda, perilaku orang dan perasaan orang, (3) komunikasi, melalui kegiatan bermain drama anak akan belajar kosa kata yang baru misalnya nama benda, tindakan seseorang dan perasaan, (4) keasikan dilakukan melalui kegiatan berdiskusi, mengajukan pertanyaan, mendengarkan cerita dan puisi.
e. Pengembangan sosial, dikembangkan melalui kegiatan bermain bertujuan untuk membina hubungan dengan anak lain dan belajar bertingkah laku sesuai dengan harapan orang lain. Bahan yang digunakan adalah, tempat air untuk giliran, buku cerita bergambar, telepon mainan, sepeda, kuda-kudaan dan sebagainya. Peralatan tersebut dapat digunakan perorangan ataupun bersama-sama yang memungkinkan anak memperoleh pengaiaman : (1) setiap perbuatan yang dilakukan dengan orang lain itu ada dampaknya, (2) setiap tingkah laku sosial yang positif dapat diterima anak lain, (3) setiap anak dapat menuntut haknya dengan cara yang diterima anak lain, (4) setiap anak dapat melakukan keinginannya asal dilaksanakan secara wajar (5) setiap anak dapat mendapatkan kerjasama dengan cara yang dapat diterima, (6) setiap anak dapat mengekspresikan perasaannya.
f. Pengembangan emosi, hal-hal yang penting adalah kemampuan niemahami perasaan, berlatili membuat pertimbangan, memahami perubahan, menyenangi diri sendiri.
Bahan dan peralatan yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan ini antara lain : (1) tanah liat clan kapur, dapat menyalurkan perasaan anak karena dapat ditumbuk, diaduk, dicubit, dibanting, dan kapur dapat dipergunakan untuk nienggambar dengan jari tangan, (2) balok-balok atau mainan yang lain yang dapat membuat anak dapat berbuat pertimbangan dan nlengambil keputusan, (3) binatang piaraan akan menumbuhkan perasaan sayang, perawatan, dan perlindungan, (4) bermain drama, dalam lingkungan keluarga akan memandang keluarga, orangtua, saudara, (5) cerita dan buku-buku yang menggambarkan perwatakan dan situasi dengan rentangan perasaan yang sangat luas (Depdikbud, 1992 : 34 ).
Tiga kriteria penggunaan ruang clan tempat bermain yaitu (a) ruang sederhana berlaku Uuituk satu macam kegiatan, (b) ruang kompleks berlaku untuk empat macam kegiatan, (c) ruang super. berlaku untuk delapan kegiatan atau gabungan bermain dengan air dan pasir. Semua bahan dan peralatan disusun dan ditata rapi dalam ruang tersebut menurut tempat yang telah ditetapkan atau disediakan. Bahan dan alat yang telah memenuhi persyaratan sebagai alat untuk bermain anak SD kelas 1 bahan inilah yang dipilih sehingga antara ruangan dan peralatan dapat sesuai.
Kesimpulan menurut teori di atas sarana dan alat bermain yang dipersiapkan dan disesuaikan dengan kondisi serta perkembangan anak. Ruang yang luas akan membuat anak lebih leluasa dalam melakukan bermain, clan alat bermain yang beranekaragam bentuknya akan menambah semakin asiknya anak-anak dalam melakukan kegiatan bermain, sehingga anak merasa senang dan tidak mudah bosan.
C. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak SD kelas 1 Melalui Proses Bermain
Istilah tumbuh kembang pada manusia rnenunjukkan proses set telur yang telah dibuahi sehingga menjadi embrio dan sampai mencapai status dewasa. "1'umbuh berkaitan dengan ukuran atau perubahan angka, atau nilai sedangkan kembang berhubungan dengan aspek differensiasi bentuk atau fungsi termasuk perubahan emosi dan sosial.
Siswa SD kelas 1 mempunyai ciri khas yaitu sedang dalam tumbuh kembang, banyak melakukan kegiatan jasmani melalui bermain atau permainan, dan aktif berinteraksi dengan teman sebaya dan lingkungan sosial maupun alam sekitarnya. Anak SD kelas 1 merupakan sekelompok anak prasekolah yang berumur 6 - 7 tahun yang peka terhadap pendidikan, memiliki prinsip-prinsip bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Kegiatan ini ditunjang adanya penanaman kebiasaan hidup sehat melalui kegiatan sehari-hari baik secara terpimpin maupun secara individu. Pembinaan iiu pengawasan terhadap tLunbuh kembang anak sangat penting karena menyangkut nilai-uilai serta ukuran-ukuran ( Samsudin, 1985 : 35 ).
a. Tanda-tanda Tuunbuh Kembang
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap makhluk, terutama pada usia Siswa SD kelas 1 yang mengalami tumbuh kembang secara cepat. Pertumbuhan yang terjadi tidak hanya meliputi yang terlihat seperti fisik, tetapi juga perubahan dan perkembangan. Dalam segi lain seperti berfikir, berperasaan dan bertingkah laku. Perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya, yang berlaku secara umum misalnya pada suatu gerakan bermain akan berubah sikap dalam berfikir, berperasaan dan bertingkah lak. Parameter untuk mengukur kemaj uan pertumbuhan dipergunakan ukuran berat badan, sedangkan perkembangan diukur dengan hasil kemampuan atau tingkat kemampuan atau kecerdasana nak, dan dapat dilakukan di sekolah dengan menimbang berat badan anak, mereka hasil keghiatan yang dilakukan anak sehingga diketahui pertumbuhan dan perkembangan apakah mencapai hasil yang maksimal atau tidak ( Sugeng Santoso, Annilies, 1995 : 36).
b. Kegiatan Bermain
Kegiatan bermain yang dilakukan anak bertujuan untuk menumbuhkembangkan baik fisik, motorik, kognitif anak, pencapaian kemampuan dari anak satu dengan anak yang lain berbeda-beda menurut tingkat umur anak. Dalam kegiatan bermain berkiatan derat dengan tumbuh kembang yang dilakukan dengan melibatkan aspek-aspek tutnbuh kembang sebagai ukuran pencapaian dalam proses. Adapun aspek yang harus dibina antara lain :
1. Perkembangan kernampuan gerak kasar
Gerakan-gerakan kasar merupakan gerakan yang memerlukan enerl;i karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar dan permainan atau gerakan ini umumnya dilakukan di luar ruangan misalnya berlari, melompat, memanjat, bermain bola, berayun bergantung dan sebagainya.
2. Perkembangan kemampuan gerak halus
Gerakan-gerakan halus adalah suatu gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil yang tidak memerlukan tenaga yang kuat kegiatan ini misalnya menggambar, mewarnai, menggunting, melipat kertas, bermain pasir dan air dan lain sebagainya.
3. Perkembangan kemampuan bicara
Bahasa dan kecerdasan adalah merupakan suatu komunikasi aktif (menyanyi, berbicara) dan komunikasi pasif ( mengerti, melakukan, diperintah ) perlu dikembangkan secara bertahap melalui indera.
4. Perkembangan kemampuan bergaul dan mandiri
Jika anak pada awal ketergantungan pada orang lain dalam memenuhi kebutuhannya, maka melalui bermain di SD Kelas 1 dengan melalui gerakan motorik anak akan terdorong untuk melakukan sendiri berbagai hal dan bergaul dengan orang lain, dengan bertumbuhnya usia pencapaian pematangan balk fisik maupun psikologisnya akan semakin bertambah pula.
c. Proses turnbuh kembang
Proses tumbuh kembang terdiri dari dua proses yang tidak bisa dipisahkan karena hal ini saling mempengaruhi yaitu :
1. Proses pertumbuhan yang ditandai dengan semakin besar ukuran tubuh (berat, tinggi, lingkar lengan dan yang lainnya ).
2. Proses perkembangan ditandai semakin bertambahnya kemampuan anak ( koordinasi gerakan, bicara, kecerdasan, pengendalian perasaan, interaksi dengan orang lain dan sebagainya ).
Kedua proses di atas perlu diikuti secara teratur sehingga bila ada kelambatan dalam proses tumbuh kembang dapat segera diketahui dan dilakukan dengan suatu tindakan agar orang tua juga bisa mengetahui kekurangan dalam tumbuh kembang anak ( Sugeng Santoso, 1995 : 41 ).
Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tumbuh kembang merupakan proses yang berkaitan yang menghasilkan suatu perubahan. Proses tumbuh kembang anak dapat dilakukan melalui kegiatan bermain dan dengan bermain anak akan melakukan gerakan-gerakan motorik balk motorik kasar maupun motorik halus, berinteraksi, mengernbangkan bahasa, mencari dan menemukan hal-